01698 2200301 4500001002100000005001500021035002500036008004100061040001700102041000800119082001200127084001400139090001600153245005100169260004000220300002200260500002400282650002300306850001200329100003900341520090800380990001801288990001801306990001801324990001801342990001801360990001801378INLIS00000000002878420211014094530 a0010-061700000000692170621s1924 jti g 0 | d aYOPDYOGbind0 ajav04223a128 a128 SAN s aL 128 SAN s aSerat jalma laksita /cSang Mangungsed Dwistha aSolo :bBoekhandel M. Tanojo,c1924 a22 hlm. ;c24 cm. aTeks beraksara Jawa 4aFilsafat Kehidupan aYOPDYOG0 aSang Mangungsed DwisthaePengarang aManusia diberikan akal dan budi yang dapat menuntunnya menuju keutamaan hidup. Dalam menjalani hidupnya, terdapat nasehat para leluhur tentang makna kehidupan yang sangat dalam sehingga menjadi obor yang membimbing manusia menuju ketenteraman budi. Nasehat yang pertama manusia harus memahami bahwa zaman senantiasa berubah dan bukan namanya hidup jika tanpa cobaan, maka dari itu hal yang perlu dilakukan adalah selalu berjaga-jaga, berusaha, bekerja. Untuk menyikapi hal tersebut perlu membentuk sikap tabah menerima bahwa cobaan semata-mata adalah langkah menuju kesempurnaan hidup itu sendiri. Melalui sikap menerima inilah yang akan menumbuhkan rasa belas kasih kepada sesama. Nasehat yang kedua adalah : Berbelas kasihlah kepada semua orang tanpa melihat status sosialnya dan tanpa mengharapkan imbalan. Mereka yang melakukan nasehat tersebut adalah manusia yang dapat menciptakan kedamaian hidup. a54941-PD/A.17 a54942-PD/A.17 a54943-PD/A.17 a54944-PD/A.17 a54945-PD/A.17 a54946-PD/A.17