Cite This        Tampung        Export Record
Judul Atlas tokoh-tokoh wayang : dari riwayat sampai silsilahnya / Bandung Layung Kuning ; penyunting, Lilih Prilian Ari Pranowo
Pengarang BANDUNG LAYUNG KUNING
Lilih Prilian Ari Pranowo
Edisi Cet. 1
Penerbitan Yogyakarta Narasi 2011
Deskripsi Fisik xvi, 516 hlm.ilus.; 24 cm.
ISBN 979-168-290-9
Subjek Wayang
Abstrak Buku ini menyajikan tentang catatan perkembangan wayang sebagai salah satu seni pertunjukkan karakter wewayangan sebagai objek seni dalam konteks budaya bangsa Indonesia. Menurut para ahli sejarah kebudayaan, keberadaan wayang secara khusus di Pulau Jawa sudah berabad-abad sebelum agama Hindu masuk kepulau Jawa. Dengan berbagai jenis hingga nilai pengejawantahan karakter wayang kepermukaan dalam pewayangan banyak mengalami pengubahan dan penambahan untuk menyesuaikannya dengan falsafah asli Indonesia. Keberadaan wayang berdasarkan falsafah dikemas dalam bentuk konsep berkesenian tradisional yang mengedepankan cerita falsafah hidup sebagai sarana alat dukung dalam berkomunikasi untuk menggali makna kehidupan mengenai hal-hal komplek kemanusiaan. Sebagai awalan seni pakeliran di tokohi oleh Ki Dalang yang bercerita serta memerankan sehimpun tokoh wayang. Mulai dari gunungan, dewa-dewa dalam pewayangan, tokoh-tokoh wayang Lokapala, tokoh-tokoh Ramayana, Pandawa lima dan balakurawa. Disamping juga membahas sejarah wayang, silsilah kekerabatan wayang sampai raja-raja Jawa, hingga kepemilikan senjata dan pusaka ampuh dalam pewayangan, dan tafsir wayang sekaligus menggambarkan alur cerita melalui pendekatan sifat Local Genius pada tokoh-tokoh wayang sebagai kearifan lokal suatu gambaran bagi pembaca. Artinya adalah manusia tidak hanya memiliki pengetahuan wawasan, tetapi juga memiliki sikap pandangan terhadap hakikat hidup, asal dan tujuan hidup, hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan lingkungannya, serta hubungan manusia dengan manusia lain.

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00000153138 CoE 791.53 Ban A Baca ditempat Grhatama Pustaka - R. Baca Center of Exellent Tersedia
00000153139 CoE 791.53 Ban A Baca ditempat Grhatama Pustaka - R. Baca Center of Exellent Tersedia
00000153140 CoE 791.53 Ban A Baca ditempat Grhatama Pustaka - R. Baca Center of Exellent Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 YOGYA000000000100989
005 20170103091155.0
006
007
008
020 # # $a 979-168-290-9
035 # # $0010-011400000000191
040 # # $a YOPDDIY
082 # # $a 791.53 $2 [22]
084 # # $a 791.53 Ban A
090 # # $a CoE 791.53 Ban A
110 # # $a BANDUNG LAYUNG KUNING
245 # # $a Atlas tokoh-tokoh wayang $b : dari riwayat sampai silsilahnya $c / Bandung Layung Kuning ; penyunting, Lilih Prilian Ari Pranowo
250 # # $a Cet. 1
260 # # $a Yogyakarta $b Narasi $c 2011
300 # # $a xvi, 516 hlm. $bilus. $c ; 24 cm.
520 # # $a Buku ini menyajikan tentang catatan perkembangan wayang sebagai salah satu seni pertunjukkan karakter wewayangan sebagai objek seni dalam konteks budaya bangsa Indonesia. Menurut para ahli sejarah kebudayaan, keberadaan wayang secara khusus di Pulau Jawa sudah berabad-abad sebelum agama Hindu masuk kepulau Jawa. Dengan berbagai jenis hingga nilai pengejawantahan karakter wayang kepermukaan dalam pewayangan banyak mengalami pengubahan dan penambahan untuk menyesuaikannya dengan falsafah asli Indonesia. Keberadaan wayang berdasarkan falsafah dikemas dalam bentuk konsep berkesenian tradisional yang mengedepankan cerita falsafah hidup sebagai sarana alat dukung dalam berkomunikasi untuk menggali makna kehidupan mengenai hal-hal komplek kemanusiaan. Sebagai awalan seni pakeliran di tokohi oleh Ki Dalang yang bercerita serta memerankan sehimpun tokoh wayang. Mulai dari gunungan, dewa-dewa dalam pewayangan, tokoh-tokoh wayang Lokapala, tokoh-tokoh Ramayana, Pandawa lima dan balakurawa. Disamping juga membahas sejarah wayang, silsilah kekerabatan wayang sampai raja-raja Jawa, hingga kepemilikan senjata dan pusaka ampuh dalam pewayangan, dan tafsir wayang sekaligus menggambarkan alur cerita melalui pendekatan sifat Local Genius pada tokoh-tokoh wayang sebagai kearifan lokal suatu gambaran bagi pembaca. Artinya adalah manusia tidak hanya memiliki pengetahuan wawasan, tetapi juga memiliki sikap pandangan terhadap hakikat hidup, asal dan tujuan hidup, hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan lingkungannya, serta hubungan manusia dengan manusia lain.
650 # # $a Wayang
700 # # $a Lilih Prilian Ari Pranowo
990 # # $a 1838/B.2014
990 # # $a 1839/B.2014
990 # # $a 1840/B.2014
Content Unduh katalog